Perkembangan Facebook

Tercatat berbagai macam nama artis aktif menggunakan FB sebagai media untuk mendengar suara dari penggemar mereka dan berinteraksi. Sebutlah nama seperti Nafa Urbach dan komedian Parto Patrio. Mereka ini cukuf aktif menyapa dan berinteraksi dengan penggemarnya.

Nafa Urbach bahkan sering mendiskusikan berbagai jenis lagu sampai desain album barunya. Cukup menarik karena dalam proses ini Nafa sangat memperhatikan komentar dari fansnya. Sebuah proses marketing yang sangat mendengar suara konsumen utamanya.

Berbeda halnya dengan Parto Patrio. Di tengah kesibukan syuting jadwal padatnya, komedian satu ini sering menyapa para penggemarnya. Uniknya, Parto sampai menyempatkan diri menulis pantun bagi penggemarnya sampai membalas menulis di wall para fansnya hampir setiap hari.

Hal ini dilakukan lewat piranti BlackBerry yang digenggamnya. Berikut salah satu kutipan statusnya: 6 maret 2009, Parto : Liat bebek lagi kawin ama soang, ada orang lewat 'mereka pada kabur,,,, kerja semangat hari jum'at doang, apa karena besok semua pada libur. 10:05am-Comment-Like*

Tak dapat dipungkiri, selain menjaga awarness masyarakat akan dirinya, langkah cerdas ini akan menjaring penggemar baru bagi sang komedian. Sampai-sampai para penggemarnya mendirikan group POS FB (singkatan dari Perkumpulan Orang Sarap FB). Di dalamnya terjadi interaksi bercanda yang sangat ampuh untuk menghilangkan stress ataupun kepenatan sehari-hari (balas berbalas pantun dan becanda antara Parto dan para penggemarnya). Suatu langkah marketing yang bijak. Low budget high impact, what do you think?.

Piranti Blackberry yang digunakan oleh Parto, saat ini juga menuai manisnya booming dari facebook. BB (panggilan trend Blackberry) seolah menjadi piranti yang ampuh untuk melakukan posting di Facebook. Karena selain digunakan untuk email, kegiatan lain yang umum dilakukan pengguna BB adalah YM (Yahoo Messenger) dan Facebook.

Suatu momentum yang sangat menguntungkan penjualan Blackberry di Indonesia. Sampai-sampai 3 (Three) operator GSM di Indonesia, mencantumkan promosi internetnya yang dapat digunakan untuk facebook (catat: Facebook bukan Friendster) di iklan tvnya. Suatu pertanda untuk Friendster agar melakukan inovasi agar tidak tertinggal jauh oleh Facebook.

Para calon legislatif pun tidak segan-segan untuk mengucurkan dana kampanye untuk berpromosi di Facebook. Presiden SBY pun telah memiliki page di Facebook untuk menangkap trend web 2.0 dan mensosialisasikan diri di era kemajuan informasi ini. Termasuk Presiden Obama tentunya.

http://www.inilah.com/read/detail/90588/demam-facebook-di-indonesia